Rumah Hikmah

Saling Berbagi Saling Melengkapi

Andai saja… January 14, 2010

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 6:19 am

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Alloh dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi katakanlah, ‘QaddarAllohu wa maa syaa’a fa’ala, Alloh telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya’. Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim)

Advertisements
 

Aku Ingin Seperti Pelangi November 5, 2009

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 7:01 am

pelangi Aku ingin

Ketika badai menerpa

Sehingga hatiku sedih, perih

dan air mataku  bercucuran

Kuhadirkan Allah

Kuingat karunia dan hikmahNya

Bibirkupun mengukir senyum

Aku ingin

Saat nikmat hadir

Sehingga hatiku riang, gembira

dan bibirku tersenyum, tertawa

pelangikartunKuhadirkan Allah

Kuingat ujian dan pertolonganNya

Semerta keharuan menyeruak

Matakupun gerimis karenanya

Sebab pelangi tak kan ada

Tanpa senyum sang surya

Yang hadir bersama titis gerimis

Sebab aku rindu pelangi

Aku ingin seperti pelangi

 

8 Tips menjadi Manusia Paling Bahagia August 15, 2009

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 6:58 am
  1. Kokohkan iman, karena ia dapat mengusir gundah gulana
  2. Apa yang telah terjadi biarkan berlalu, jangan dipikir atau disedihkan. Karena ia tidak akan berubah. Tetapi ambil pelajaran untuk menatap masa depan
  3. Berprasangka baik kepada Allah SWT bahwa Ia mentakdirkan kita sukses, maka kita berupaya menjadi orang sukses
  4. Bersihkan hati dari dengki, dendam, dan kejengkelan, karena ia mengikis agama dan menyebabkan fisik sakit. Coba fikir, apa keuntungan memelihara perasaan-perasaan tersebut?
  5. Berusahalah memberi, karena dengan memberi hati menjadi lapang, mendapat doa baik dari banyak orang , dan dikasihi oleh Allah yang Maha Rahman
  6. Hindari menyakiti dan memberikan kerugian pada orang lain, agar semakin banyak kawan dan semakin sedikit lawan. Sebab orang yang paling buruk adalah yang ditinggalkan orang lain karena kejahatannya
  7. Ingatlah selalu bahwa hidup yang hakiki adalah akhirat. Dunia ini hanya sementara maka jangan korbankan kenikmatan akhirat demi kenikmatan sesaat
  8. Perbanyak dzikir dan doa, antara lain :

“Allohumma inni a’uudzubika minal hammi walhazani  wal’ajzi walkasali waljubni walbukhli wadhola’iddaini wagholabatirrijaali “. (HR Bukhari,Muslim)

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kegelisahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kebakhilan, serta jeratan hutang dan dominasi orang lain.”

“Allohumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa anta khoiru man zakkaahaa anta waliyyuhaa wamaulaahaa.” (HR Muslim, Ahmad)

“Ya Allah berikan kepada jiwaku ketaqwaannya dan sucikan ia. Engkaulah sebaik-baik yang membersihkannya. Engkau pelindung dan pemiliknya.”

“Hasbiyallohu laa ilaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘adziim.” (HR Imam Abu Daud)

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia, Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung.”

 

Pengaruh Islam dalam Wushu dan Kungfu

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 6:54 am

Siapa yang tak kenal Wushu dan Kungfu? Ya, olahraga bela diri asal Cina itu begitu mengagumkan. Gerakan-gerakannya sungguh indah sekaligus mematikan. Di balik nama besar dan popularitasnya, ternyata peradaban Islam di Cina banyak memberi sumbangan dan pengaruh yang sangat penting bagi kedua olahraga bela diri itu.

Wushu berasal dari kata Wu berarti ilmu perang dan Shu bermakna seni. Sumbangan peradaban Islam dalam Wushu mulai terjadi di era kekuasaan Dinasti Yuan. Ketika itu, umat Islam memiliki pengaruh yang besar dalam pemerintahan. Pengaruh itu kian menguat ketika Dinasti Ming didirikan Kaisar Zhu Yuanzhang, seorang jenderal yang beragama Islam.

Dinasti Ming memiliki enam orang komandan perang Muslim yang gagah. Mereka adalah Chang Yuchun, Hu Dahai, Mu Ying, Lan Yu, Feng Sheng, dan Ding Dexing. Semua komandan perang dari Dinasti Ming itu adalah para master Wushu. Mereka banyak memberi pengaruh dalam jurus-jurus Wushu.

Ketika kekuasaan beralih ke Dinasti Qing, para master Wushu yang beragama Islam banyak menemukan dan mengembangkan jurus-jurus dalam Wushu, seperti bajiquan, piguazhang, dan liuhequan. Pusat Wushu Muslim di Cina berada di Kabupaten Cangzhou, Provinsi Hebei. Dari kota itu telah lahir master Wushu Muslim yang sangat termasyhur bernama Wang Zi Ping atau Wu Zhong (1881 M-1973 M).

Selain memberi pengaruh yang besar dalam olahraga Wushu, peneliti Cina bernama Mohammed Khamouch dalam tulisannya berjudul,The Legacy of Muslim Kung Fu Masters, memaparkan warisan Islam dalam seni bela diri yang dikuasai aktor Jet Lee itu. Menurut Khamouch, para master kungfu Muslim telah menanamkan sebuah filosofi penting dalam seni bela diri asal Cina itu.

Filosofi itu berasal dari sebuah hadis Rasulullah SAW. Empat belas abad lampau Nabi Muhammad pernah bersabda, “Manusia yang kuat bukanlah orang yang membanting orang lain dalam sebuah perkelahian. Manusia yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” Hikmah yang dimasukan para kungfu master Muslim itu melahirkan apa yang disebut sebagai “Chi” (energi dalam).

Dengan menguasai Chi, seorang ahli kungfu mampu menjinakkan nafsu dan sifat kebinatangan yang ada dalam dirinya. Selain itu, dengan memiliki Chi, seseorang akan dengan lebih mudah menguasai seni bela diri kungfu. “Para master kungfu Muslim telah berhasil mengharmonisasi bentuk internal maupun eksternal dalam seni bela diri itu,” papar Khamouch.

Salah satu seni bela diri warisan peradaban Islam di Cina yang dikenal di Tanah Air adalah Thifan Po Khan. Seni bela diri ini sejenis kungfu yang dikombinasi dengan bela diri lainnya. Ciri Islamnya, bela diri yang satu ini sudah dibersihkan dari unsur-unsur kesyirikan dan kejahiliyahan. Konon, seni bela diri yang dikembangkan umat Islam di Cina itu mulai berkembang pada abad ke-7 M.

Secara bahasa, Thifan Po Khan berarti pukulan tangan bangsawan. Disebut demikian karena gerakan-gerakan dalam thifan relatif halus dibandingkan bela diri serumpunnya, seperti Syufu Taesyu Khan. Sehingga, bela diri yang halus ini dianggap cocok untuk para bangsawan. Di negeri asalnya, Thifan merupakan olahraga bela diri kalangan pesantren-pesantren yang lazim disebut lanah.

Seni bela diri ini masuk ke Nusantara pada abad ke-17 M. Thifan sempat menjadi bela diri resmi kerajaan di Aceh, saat Sultan Iskandar Muda berkuasa.  hri

 

Hasan Al-Rammah Sang Penemu Roket

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 6:50 am

Hasan Al-Rammah memang sungguh luar biasa. Pengetahuannya tentang bubuk mesiu sungguh sangat mengagumkan. Betapa tidak, dalam bukunya berjudul, “Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah”, ilmuwan Muslim kelahiran Suriah itu berhasail menulis sebanyak 107 rumus atau resep penggunaan mesiu.

Sebanyak 22 resep mesiu yang diraciknya khusus digunakan untuk roket. Menurut Al-Rammah, komposisi bahan untuk meluncurkan sebuah roket terdiri atas 75 persen potasium nitrat, 9.06 persen sulfur, dan 15.94 persennya karbon. Perhitungan yang dilakukan Al-Rammah pada abad ke-13 M itu sudah mampu mendekati komposisi ideal, yakni 75 persen potasium nitrat, 10 persen sulfur, dan 15 persen karbon.

Sisa rumus atau komposisi racikan mesiu lainnya yang dibuat Al-Rammah untuk kepentingan militer dan sisanya untuk membuat mercon. Ia menulis buku yang penting dan mengguncangkan itu antara tahun 1270 M hingga 1280 M. Buku tersebut secara khusus ditulis atas permintaan seorang guru yang terkenal bernama Najm al-Din Hasan Al-Rammah.

Para sejarawan berpendapat, begitu banyaknya jumlah rumus penggunaan mesiu untuk beragam tipe persenjataan mengindikasikan bahwa Al-Rammah tak menemukannya seorang diri. Dalam lembar pertama bukunya, Al-Rammah menyebut pengetahuan yang ditulisnya sebagai warisan pengetahuan. Bisa jadi, semua pengetahuannya itu menurun dari sang kakek.

Sebab, pada akhir abad ke-12 M atau awal abad ke-13 M, bubuk mesiu sudah dikenal di Suriah dan Mesir. Pencapaian Al-Rammah itu mendapat pengakuan dari peradaban Barat. Johnson mengatakan, dunia Islam merupakan peradaban yang pertama kali mengembangkan senjata yang sesungguhnya. Ia juga mampu menjelaskan “saltpeter” melalui proses kimia dan kristalisasi.

Al-Rammah juga tercatat sebagai seorang insinyur Muslim pertama yang mencetuskan dan menjelaskan tentang torpedo pada 1270 M. dalam bukunya, ia juga menggambarkan sebuah torpedo melesat dengan sebuah sistem roket yang diisi dengan bahan peledak dan memiliki tiga titik api.

Al-Rammah memang bukanlah ilmuwan Muslim pertama yang mengenal potasium nitrat. Insinyur Muslim sebelumnya, seperti Al-Razi, Al-Hamdani, dan risalah berbahasa Arab-Suriah pada abad ke-10 M itu sudah menjelaskan tentang potasium nitrat dan rumus-rumus tentang mesiu. Ibnu Al-Baitar juga telah mengungkapkan tentang potasium nitrat pada 1240 M.
Peradaban Barat mengklaim bahwa Roger Bacon sebagai orang pertama yang menemukan mesiu. Namun ternyata, penemuan Bacon yang dibangga-banggakan Barat itu merupakan hasil jiplakan dari buku-buku kimia yang berasal dari Arab. Tak heran, jika para sejarawan meragukan kebenaran dan efektivitas rumus yang dihasilkan Bacon.

Ilmuwan Jerman, Albert Magnus, juga menguasai mesiu dari ‘Liber Ignium’. Ternyata, buku itu berasal dari terjemahan dari kitab bahasa Arab ke bahasa Spanyol.

 

Oleh-oleh untukku July 31, 2009

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 9:55 am

Jazakallah unt Ust. Saefudin atas oleh2nya dari Makah, Thailand

DSC-0079

DSC-0083

Jazakalah unt akh Ahmad, oleh2 dari Japan

DSC-0081

Jazakallah unt Akh Eko, oleh2 dari Prancis

DSC-0084

Singapura…pak sidiq, matur nuwun pak

DSC-0091

 

Bila kutitipkan

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 9:35 am

bila kutitipkan dukaku pada langit

pastilah langit memanggil mendung

bila kutitipkan resahku pada angin

pastilah angin menyeru badai

bila kutitipkan geramku pada laut

pastilah laut meggiring gelombang

bila kutitipkan dendamku pada gunung

pastilah gunung meluapkan api

tapi…

akan kusimpan sendiri mendung dukaku

dalam langit dadaku

kusimpan sendiri badai resahku

dalam angin desahku

kusimpan sendiri gelombang geramku

dalam laut pahamku

kusimpan sendiri api dendamku

dalam gunung resamku

kusimpan…sendiri…besamaNya