Rumah Hikmah

Saling Berbagi Saling Melengkapi

mancing June 30, 2009

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 3:43 pm

hore dapetAlhamdulillah dah lama nggak mancing…akhirnya bisa sejenak melepas penat dan lelah, lelah yang menyakitkan. Dulu waktu masih SD sih sering mancing di sungai, bareng2 dengan temen truz klo dah selesai ikannya dimasak dan dimakan bareng2 juga…hmm..nyam2 enak. Terakhir mancing sebelumnya di rumah akh Artha bareng ma ruly, trus bakar2 ikan, alhamdulillah nikmatnya ukhuwah. sambil mancing sambil bercanda mengambil hikmah….

“Mancing tu musti sabar…sabar nunggu…”

“Kadang ikan dan di depan mata tapi bisa juga lepas…”

“Klo umpan dah terlihat dimakan, harus segera ditarik, diambil…klo nggak ikannya lepas…”

Alhamdulillah…Ahad kemaren bisa mancing bareng temen2 kost di kolamnya ibu kost he…gratis

 

Sebab sejatinya wanita itu setia, percaya… June 25, 2009

Filed under: Kisah Cinta — firdaus84 @ 7:05 am

setiaJika ukurannya gelar akademis, Mulia Kuruseng termasuk orang yang sukses dalam mendidik anak. Janda beranak 15 ini berhasil mengantarkan anak-anaknya menggapai gelar sarjana, ada yang profesor, doktor, master, insinyur, dan letnan.

Sejak tahun 1985, Mulia menjadi single parent (orangtua tunggal) bagi 15 anaknya. “Saya berfungsi sebagai ibu sekaligus bapak,” ungkapnya bersemangat. As’ad, sang suami, meninggal pada Oktober 1985 akibat penyakit hipertensi dan jantung.

As’ad seorang pedagang kain, pakaian jadi, dan sarung Bugis di Pare Pare (Sulawesi Selatan). Waktu itu, As’ad termasuk seorang pengusaha yang sukses. Omset usahanya tiap bulan mencapai Rp 100 juta.

Mulia bukan seorang guru apalagi bergelar sarjana, tapi hanya tamatan SD. As’ad pun cuma tamat SMA. “Saya menikah saat kelas II Muallimin, saya hanya punya ijazah SD,” kenangnya.

Bagaimana bisa ibu rumah tangga ini sukses mengantar 15 anaknya meraih berbagai gelar akademis? Wartawan Hidayatullah menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan nenek dari 24 cucu ini di kediamannya, Jl Matahari No 20 Pare-Pare.

Bagaimana perasaan Anda dalam membesarkan 15 anak sendirian?

Saya tidak pernah mengeluh. Saat itu saya tidak berpikir bagaimana nanti. Saya nekad saja. Alhamdulillah, Allah selalu berikan saya rezeki sedikit demi sedikit.

Apa saja yang Anda lakukan?

Saya berusaha melanjutkan usaha Bapak. Kan Bapak punya kios, ada barangnya. Dulu Bapak berhasil. Tetapi saat meninggal, semua piutang tersendat.

Saya sampaikan kepada anak-anak agar tetap melanjutkan sekolah. Jangan ada yang berpikir putus sekolah. Kan masih ada Tuhan. Alhamdulillah,  itu semua terwujud. Waktu itu yang bungsu berusia tiga tahun.

(more…)

 

June 17, 2009

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 4:58 am

mystories

 

Jalan sunyi cinta June 12, 2009

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 6:51 am

jalansunyiJika engkau amati, kebanyakan manusia rela dengan dunia dan berpaling dari ayat-ayat Allah. Dan sangat sedikit yang sanggup berbeda dengan mereka. Karena ia akan menjadi terasing di antara mereka (Ibnu Qayyim)

Rasulullah telah pergi. Untuk selamanya. Madinah benar-benar terasa sepi. Kepergian Rasulullah adalah kehilangan akan banyak hal. Bukan pada ajarannya. Tapi pada kenangan-kenangan indah bagi orang-orang yang pernah hidup bersamanya. Seperti Abu Dzar Al Ghifari, yang merasakan betul betapa sunyinya hidup sepeninggal Rasulullah.

Abu Dzar memilih pergi ke Syam. Ini tentu bukan keputusan yang ringan. Jangan pernah membayangkan, seseorang yang pernah hidup bahagia bersama Rasulullah di Madinah, bisa dengan mudah meninggalkan kota penuh romantika itu. Setiap sudut Madinah adalah kenangan. Bahkan debu dan pelepah kormanya nyaris fasih berbicara, tentang hari-hari bahagia itu.

Apalagi Abu Dzar, yang setelah Perang Khandaq, membaktikan dirinya secara utuh bersama Rasulullah. Sejak itu ia selalu tinggal disampingnya. Ini benar-benar keputusan yang sangat berat. Berat pada apa yang ditinggalkannya. Berat pula pada apa yang akan didatanginya di tempat yang baru.

Kadang, cinta akan menuntun kita pada jalan sunyi. Tapi, bersabarlah dan jangan bersedih. Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang terbaik dibalik semua itu. Kenikmatan cinta yang ekstra lezat.

Karena cinta bukanlah hadiah murah yang begitu saja diturunkan dari langit. Ia adalah perjuangan. Yang pastinya akan pula bersanding dengan derita. Derita bukanlah musuh cinta. Namun derita akan membuat cinta lebih dewasa. Tunggulah kelak kau akan tahu dan merasakannya…bersabarlah dengan sabar yang indah.

 

Karena Tangismu…

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 6:24 am

tangisKenangan setahun yang lalu… Hari yang melelahkan…uuhh… sembari membuka pintu kelas kuhempas nafas setelah sebelumnya kuhirup dalam-dalam, mencoba memasukkan energi kembali ke tubuh dan jiwaku. Setelah sibuk seharian kuliah dan ngajar, ups…nanti malam masih ada juga amanah acara yang harus kutunaikan sampai biasanya setengah sebelas malam. Berjalan santai menuju ruang kantor dari ruang kelas yang berada di lantai 2 sebuah masjid, ya kelas kami ada di dalam masjid ini. Masih ada 10 menit sebelum adzan maghrib berkumandang memanggil kita untuk “rehat”, sebagaimana yang dikatakan Rasulullah pada Bilal, “yaa Bilal, arikhna bish-sholah”…

Baru beberapa langkah beranjak dari pintu kelas, tiba-tiba kudengar suara tangis memecah keheningan sore hari itu, “hu…hu…ummiiii…ummiiii….” Tangis anak kecil memanggil-manggil umminya… tiba-tiba saja ada perasaan aneh merasuk dalam diriku… perasaan tenang, rindu, gelisah bercampur membentuk rasa perasaan yang ‘aneh’ dalam diri

Tenang… suara itu seolah bisikan angin lembut yang menghilangkan semua lelah dan resahku. Tangisnya membuatku merasa tenang… mak nyuss, serasa tiba-tiba tubuh lelah ini diguyur air dingin, segar… tiba-tiba tak terasa basah juga mata ini, sekilas kemudian empati menyelinap di hati, empati pada banyak saudara kita yang telah menghiasi hari-harinya dengan tangis dan doa penuh harap di tunjukkan jalan tuk segera menunaikan tugas sucinya, tugas menjadi penggenap kehidupan dan tugas menjadi madrasah peradaban bagi generasi pelanjut perjuangan-menjadi istri dan ibu….

Doaku untuk kalian…semoga segera tunai terbayarkan apa yang kalian rindukan… teringat sebuah doa pada akhir sebuah acara “ Yaa Allah…berikan petunjuk dan kekuatan semoga … amanah menjalankan tugasnya sebagai……” tugas yang kan menghantarkannya pada kedudukan mulia disisiMu..Amin…

 

Pohon Tua June 8, 2009

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 6:04 am

pohon Suatu ketika di sebuah padang tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan  dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya menembus tanah hingga dalam. Pohon itu tampak gagah dibanding dengan pohon-pohon lain disekitarnya.

Karena rindang dan tingginya pohon itu menjadi tempat hidup bagi beberapa burung di sana. Mereka membuat sarang dan bergantung hidup pada batang-batang pohon itu. Burung-burung itu membuat lubang dan mengerami telur-telur dalam kebesaran pohon itu. Pohon merasa senang mendapatkan teman saat mengisi hari-harinya yang panjang.

Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah dan berteduh di kerindangan pohon itu. Mereka duduk dan membuka bekal makanan di bawah naungan dahan-dahannya. “Pohon yang sangat berguna,” begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi sang pohon pun bangga mendengar perkataan itu.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon mulai sakit-sakitan. Daunnya rontok, rantingnya mulai berjatuhan. Tubuhnya kini kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu dimilikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang di sana. Orang yang lewat tak lagi singgah untuk berteduh.

Sang pohon sedih. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?” begitu ratap sang pohon hingga didengar seluruh hutan. “ Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku agar aku tak perlu merasakan siksaan ini?” sang pohon terus menangis membasahi tubuhnya yang kering.

(more…)