Rumah Hikmah

Saling Berbagi Saling Melengkapi

“Jalan Cinta” kampung bujang India… March 27, 2009

Filed under: Kisah Cinta — firdaus84 @ 10:11 am

Lebih 100 lelaki bujangan bergotong royong membangun jalan untuk dapatkan “jalan cinta” dan wanita idaman

Lebih dari 100 bujangan di Bihar, India berusaha membangun sebuah jalan sejauh 6 km (3,7mil) guna membantu niat mereka untuk mendapat gadis idaman dan bisa menikah. Desa Barwaan Kala, di barat Bihar, terletak berada di kawasan pegunungan Kaimur yang cukup tinggi dan desa ini dijuluki “Desa orang bujangan”.

Kita mungkin biasa mendengar julukan bujang, tetapi di India, perkataan itu seakan lebih bermakna untuk mewujudkan ‘jalang cinta’ di sebuah kawasan pedalaman terpencil.

Inilah keunikan Barwaan Kala,  sebuah perkampungan terpencil yang terletak di tengah-tengah kawasan perbukitan bukau dan hutan tebal di Kaimur, wilayah Bihar di utara India.

Akibat lokasinya yang terpencil dan terputus dari dunia luar, kawasan ini cuma dikelilingi bukit bukau yang menghijau serta pondok kayu sunyi senyap.

Namun, di balik ketenangan dan anugerah hijau segarnya alam, terbukti tidak mampu memadamkan keresahan 120 penduduk lelaki yang masih membujang. Mereka yang umumnya  berusia antara 16 tahun hingga 80 tahun justru merindukan hadirnya kasih sayang wanita atau lebih tepat, seorang istri.

Sekedar catatan, selain helikopter, Barwaan Kala hanya dapat dihubungi dengan jalan kaki. Itupun sukarnya minta ampun. Sebab di sana bukan seperti jalan kaki biasa. Perjalanan dua jam nai-turun kawasan curam yang sangat berbahaya menyebabkan banyak wanita dan calon isteri hengkang dari tempat itu.

Selain itu, para wanita dan gadis yang dilahirkan di Barwaan Kala disuruh pergi untuk tinggal bersama keluarga di tetangga desanya agar dapat menemukan suami (jodoh) dengan harapan yang jauh lebih baik.

Selain faktor posisi desa mereka yang sulit dijangkau, warga desa lain takut akan militan Maois yang beroperasi di kawasan itu. Kantor polisi dan rumah sakit yang terdekat di desa itu berjarak 45 km (28 mil). Dengan kondisi tanpa pembangunan di desa itu, banyak keluarga dari pihak luar enggan menikahkan gadis mereka dengan pemuda di desa itu.

“Masalah terbesar bagi kami dan orang luar adalah sulitnya menjangkau daerah kami di perbukitan,” keluh Ram Lal Yadav (40 tahun) yang juga masih bujangan.

Amarnath Tewary, seorang wartawan untuk The Pioneer, mengatakan, “Telah terjadi kepergian banyak kaum perempuan – untuk mencari orang-orang dari dunia luar,” katanya dikutip The Times.

Sekarang 120 orang bujang desa itu sudah mulai membangun jalan mereka sendiri  untuk mendapatkan wanita. Sekedar diketahui, pesta pernikahan di desa ini terakhir kali digelar 50 tahun yang lalu. “Mereka yang berhasil menikah, itupun dengan kaum kerabat terdekat,” jelas Ram Chand Kharwar, seorang pria berusia 50 tahun yang masih bujangan.

Chandrama Singh Yadav, seorang aktivis sosial yang ikut mengorganisir usaha ini mengatakan, “Ini adalah laki-laki yang memenuhi syarat namun kenyataan dunia tidak dapat menjangkaunya. Ada banyak perempuan di sekitarnya. Jalan adalah satu-satunya jawaban terbaik,” ujarnya.

(more…)

 

BerCita-Cinta… March 23, 2009

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 3:35 am

Abdullah bin Umar, Urwah bin Zubair, Mush’ab bin Zubair, Abdul Malik bin Marwan radhiallahu ‘anhum adalah orang besar dalam sejarah perjuangan Islam yang termasuk generasi tabi’in. Suatu hari mereka duduk-duduk di pelataran Ka’bah. Mush’ab pertama kali mengangkat pembicaraan dengan mengatakan, “Bercita-citalah kalian.” Para sahabat masih enggan menyampaikan cita citanya, hingga mereka meminta agar Mush’ab lah yang pertama kali menyampaikan cita-cita dan keinginannya. “Mulailah dari dirimu,” ujar mereka. Mush’ab pun menyampaikan apa yang menjadi cita-citanya.

Kemudian Urwah bin Zubair mengungkapkan keinginannya. Ia mengatakan, dirinya ingin menguasai ilmu fiqih dan hadits. Urwah, dalam sejarah Islam, memang menjadi salah satu tokoh ulama fiqih dan banyak meriwayatkan hadits.

Abdul Malik bin Marwan mengatakan dirinya ingin menjadi khalifah. Dan ternyata kelak ia dilantik menjadi khalifah pada masa Daulah Umawiyah. Abdul Malik bin Marwan bukan hanya khalifah yang memiliki ilmu yang luas dan banyak beribadah, tapi juga tokoh yang berhasil menyatukan kembali wilayah kekhalifahan sepeninggal dua putra Zubair bin Awam, Mush’ab dan Abdullah, dalam perang melawan Hajjaj as Tsaqafi. Ia juga yang menjadi perintis system post, penerjemah banyak kitab asing dan membuat uang logam dari emas

Sedangkan yang terakhir, Abdullah bin Umar mengungkapkan apa yang menjadi cita-citanya. Ia menegaskan, cita-citanya adalah surga!

Cita-cita Mush’ab adalah, “Aku ingin kaum Muslimin bisa menaklukan wilayah Irak, aku ingin menikahi Sakinah binti Husein dan Aisyah binti Thalhah bin Ubaidillah.” Beberapa tahun kemudian Mush’ab berhasil meraih cita-citanya tersebut.

Saya rasa kisah tentang cita-cita Mush’ab bin Zubair ini sangat berbeda dengan kisah muhajir Ummu Qais. Cinta jiwa yang dibingkai cinta misi tentu berbeda dengan cinta misi yang dilalaikan oleh cinta jiwa. Meminjam istilah anis matta tentang cinta misi dan cinta jiwa.

 

Nasyid : Sebelum Mata Terlena March 13, 2009

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 6:52 am

Sebelum mata terlena

Dibuaian malam gelita

Tafakur ku di pembaringan

mengenangkan nasib diri

Yang kerdil lemah dan bersalut dosa

Mampukan ku mangharungi titian sirat nanti

membawa dosa yang menggunung tinggi

terkapai ku mencari limpahan hidayahMu

Agar terlerai kesangsian hati ini

sekedar air mata tak mampu membasuhi dosa ini

(more…)