Rumah Hikmah

Saling Berbagi Saling Melengkapi

Selama… February 25, 2009

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 8:17 am

selama kita percaya, pasti solusi selalu ada

selama kita setia, bahagia pasti kan menjelma

selama kita sabar, senyum ceria pasti kan sll menebar

mohonlah padaNya tuk keinginan dan cita kita

“Ya Rabb mudahkan langkah tuk menyegerakannya,

barakahi tiap langkahnya,

sucikan prosesnya dari noda…”

Mari kita berlomba menujuNya

 

He…firdaus February 21, 2009

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 3:33 am

kaos-firdaus1

madu-firdaus

 

Saatnya melupakan… February 8, 2009

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 3:04 pm

Potongan 1

Satu persatu foto yang biasanya menghias indah dinding-dinding rumah dan berserak di  atas meja kerja ia pungut. Satu persatu ia masukkan dengan rapi ke dalam kardus bekas pembungkus monitor komputer. Satu persatu tak terasa air matanya menetes menghangatkan pipinya. Satu persatu lintasan kenangan indah membayang dalam pikirannya. Hatinya pilu. Baru sebulan lalu putri satu-satunya berusia satu tahun. Ia, istri dan putrinya merayakannya dengan bersilaturahim ke rumah Eyang (mertuanya). Takdir Allah berkata lain, dalam perjalanan pulang mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Istri dan putri semata wayangnya meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Ia sendiri musti menjalani perawatan hampir selama tiga pekan di Rumah sakit.

Entah firasat apa yang membuat istrinya berkirim sms, tiga hari sebelum kecelakaan itu, ketika ia sedang bertugas di luar kota. Sms itu masih tersimpan dalam inbox HP sony Ericson K508i miliknya. Ia coba membuka kembali…

Kadang laut sangat lembut dan ramah

kadang ia terlihat sangat ganas dan marah

Silih berganti mengisi hari-hari disini, ya disini saat ini

ketika kita masih juga menghirup dan menghempas nafas

Kita tidak boleh berhenti atau malah menenggelamkan diri

Kita harus tetap mengembangkan layar dan memegang kemudi

Kita harus tetap mengayuh sauh walau penuh peluh

Sampai kelak akan pasti berlabuh

Foto – foto itu kini telah tersimpan rapi dan rapat dalam kardus itu. Dalam hati ia bergumam, “Aku ingin melupakanmu bukan karena telah hilang rasa cintaku, cinta itu kini makin subur tumbuh dalam hatiku. Aku ingin melupakanmu karena keinginan kuat memenuhi wasiatmu…bahwa aku harus terus mengayuh sauh sampai kelak berlabuh dan semoga kelak kita kan dipertemukan kembali dalam kebahagian yang berlipat-lipat dalam jannah-Nya…”

Potongan 2

Hatinya gundah dan resah, bertumpuk-tumpuk rasa itu hampir meledak membuncah, ia terus memohon kepada Rabbnya dalam heningnya sepertiga malam itu agar berkenan menentramkan hatinya. Sampai akhirnya tergerak ia mengambil Hpnya dan mencoba menuliskan beberapa kalimat sms. ”Aku ingin melupakanmu sampai kelak Dia memberikan jalan yang halal dan suci…” Berdoa kembali ia, ”Ya Rabb kutitipkan semua rindu dan cinta ini padaMu, jagalah dan sucikanlah…Aamiin”

Ada banyak yang harus diingat dan dikenang, orang, peristiwa dll… Namun banyak juga yang harus dilupakan

Mari belajar melupakan apa yang sebaiknya dilupakan, bagaimana caranya…? (bersambung)

 

Cinta dan Marah… February 3, 2009

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 3:37 am

“Ya Ustadz…”, menurut kita itu mungkin panggilan biasa, ya biasa saja. Karena sehari-hari kita pun sering mendengarnya. Bukan begitu bukan? Namun beda bagi Hasan Al Banna. Beliau menangkap makna tersirat dari panggilan ”Ya Ustadz…” bagi dirinya oleh Umar Tilmitsani. Karena tidak biasanya beliau dipanggil seperti itu oleh murid sekaligus sahabatnya itu. Hasan Al Banna sangat paham, bahwa panggilan itu menyiratkan jarak, yang berarti menunjukkan ada sesuatu yang mengganjal di hati Umar Tilmitsani.

Begitu pula antara Muhammad SAW dan Aisyah ra. Jika Ibunda kita, Aisyah ra sedang “marah” maka beliau akan memanggil Nabi dengan panggilan “Ya Rasulullah…”

Marah karena cinta selalu melahirkan kebaikan, selalu diejawantahkan dengan kebaikan. Tidak ada cela, umpat atau sesuatu yang buruk lainnya. Karena cinta memang selalu mengalirkan energi positif, sungai kebaikan yang abadi mengalir tak terputus.

Namun kepekaan seperti ini hanya tumbuh diantara orang-orang yang terjalin cinta diantara mereka.

(more…)