Rumah Hikmah

Saling Berbagi Saling Melengkapi

Gelisah November 29, 2008

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 1:11 am

andai yang memegang kebijakan
adalah ‘Utsman ibn ‘Affan
dan yang mengkritiknya adalah
Abu Dzarr Al Ghiffari
kitapun masih berhak untuk khawatir

maka jika mereka bukanlah keduanya
perasaan apalagi yang tersisa?

ya Allah, izinkan kami untuk gelisah
jika itulah yang bermanfaat
maka buatlah kami berhenti di titik itu
di situ saja

dengan mengesakanMu dalam harap
karena kami makin tahu
berharap pada manusia,
pada sosok maupun kelompok
atau menggantungkan diri pada mereka
adalah luka bagi iman kami
juga kekecewaan yang kadang bertubi

dengan mengesakanMu sebagai pemilik da’wah ini
lalu kami terus melangkah tanpa henti
mentarbiyah ummat ini
memperbanyak yang putih dalam jama’ah ini
agar Engkau bersihkan yang hitam dengannya
atau setidaknya, menjadikan yang hitam itu
bagai najis yang tak menodai dua qullah

ahh..
karena tak ada lagi di antara kami
yang sebaik Musa
atau sejahat Fir’aun
maka izinkan kami belajar kesantunan
qaulan layyinan
agar saudara yang kami cintai
tak sakit hati, atau hilang harga diri
saat kami menyampaikan cinta dalam nasehat

ahh..
karena tak ada lagi di antara kami
yang sebaik Musa
atau sejahat Fir’aun
karuniakan pada kami kepekaan
agar saudara kami tak perlu berteriak
saat menyampaikan cinta dalam nasehatnya
tapi cukup dengan isyarat mata
raut muka
atau bisik kecil yang menggetarkan. .

-Salim A. Fillah-

Advertisements
 

Ketika bidukmu belum juga berlabuh… November 19, 2008

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 4:29 am

Kadang laut sangat lembut dan ramah

kadang ia terlihat sangat ganas dan marah

Silih berganti mengisi hari-hari disini, ya disini saat ini

ketika kita masih juga menghirup dan menghempas nafas

Kita tidak boleh berhenti atau malah menenggelamkan diri

Kita harus tetap mengembangkan layar dan memegang kemudi

Kita harus tetap mengayuh sauh walau penuh peluh

Sampai kelak akan pasti berlabuh

Yang Maha Rahman, Yang Maha Rahim telah melukiskan jalan terindah untuk kita. Seindah mawar merah merekah, disanalah pula rahasia hidup tersirat, di antara duri-duri tajam yang menghias paras mawar merah indah

Seorang mahasiswa dengan nafas mendesah lemah, bertanya kapan ia kan bisa memperoleh ijazah setelah hitungan tahun kuliah, lima, enam bahkan mungkin tujuh. Ketika telinganya telah bosan dengan pertanyaan, ”kapan? kapan?” pertanyaan yang membuat ia kadang kehilangan kepercayaan diri, kekuatan dan keberaniannya. Atau juga seseorang yang telah kering airmatanya keluar dalam munajat dan doa-doanya memohon pemenuhan hajat. Betulkah takdir telah menuliskan belahan jiwanya? Atau dimanakah disembunyikan pendamping hidupnya? Atau ketika cerah cercah cahaya masa depan tertutup gelapnya awan tebal yang menggunung-gunung, menggulung-gulung diiringi gelegar suara halilintar.

Apakah itu engkau? Itukah awan yang menggelayut membungkus hidupmu?

Kalau iya, cobalah duduk sebentar disini bersamaku, cobalah tenangkan hatimu. Duduklah dikursi biru ini, marilah kita dengarkan suara dari langit-langit ruangan putih ini…

Biarkan hari-hari bertingkah semaunya

Buatlah diri ini rela ketika ketentuan-Nya bicara

Dan jangan gelisah dengan kisah malam

Tidak ada kisah dunia ini yang abadi

(Imam Syafi’i)

Apakah engkau mendengarnya? Aku mendengarnya dengan sangat jelas…tenanglah bukankan alam telah mengajarkan pada kita, bahwa makin gelapnya malam berarti makin dekatnya cahaya pagi hari…

Tunggulah sebentar, tak usah kau terburu-buru berdiri dan pergi, minumlah dulu air putih ini, eh maksudku air bening ini. Semoga bisa menghilangkan haus dahagamu dan memberikan tambahan energi hidupmu

Subhanallah, rasanya aku mendengar langkah kaki yang aku mengenali irama ayunannya, tenang dan kokoh. Ya rasanya aku kenal…siapa ya?Subhanallah…beliau adalah Syaikh Ibnu Atho’illah…

Orang yang membangga-banggakan jerih payah dan perbuatannya, ketika gagal akan berkurang harapannya terhadap rahmat Allah

Semangatmu yang menggebu tak akan dapat menembus hijab ketentuan Allah

Tenangkanlah jiwamu dari urusan duniawi, sebab apa yang telah dijanjikan Allah, janganlah kamu turut memikirkannya

Jika mengejar sesuatu yang sudah dijamin oleh Allah engkau lakukan dengan sungguh-sungguh, tetapi kewajibanmu engkau abaikan. Inilah bukti bahwa mata hatimu telah buta

Terlambatnya pemberian Allah setelah engkau bersungguh-sungguh berdoa janganlah menyebabkan dirimu berputus asa. Ketahuilah Allah menjamin doa-doa yang kau panjatkan (tetapi) sesuai dengan pilihan-Nya (kehendak-Nya), bukan karena kehendakmu

Jangan sekali-kali meragukan janji Allah yang waktunya sudah nyata-nyata akan datang, namun belum datang jua. Agar keragu-raguan itu tidak mengotori mata hatimu dan memadamkan cahaya nuranimu. (Al-Hikam)

Baiklah, kulihat sudah senyum indah menghias wajahmu, selamat melanjutkan perjuanganmu. Terbangkan tinggi asa citamu. Kepaklah kuat sayap-sayap kokohmu… mampirlah kesini sewaktu-waktu kau perlu dan inginkan.

 

Rahasia Keajaiban – Cinta

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 4:23 am

Lelaki tua itu akhirnya merenggut takdirnya. Roket-roket yahudi mungkin telah meluluhlantahkan tubuh lumpuhnya. Tapi mereka keliru. Sebab nafas cintanya telah memekarkan bunga jihad di Palestina. Sebuah generasi baru tiba-tiba muncul ke permukaan sejarah dan hanya tahu satu kata:Jihad. Dan darahnya yang tumpah setelah fajar itu, adalah siraman Allah yang akan menyuburkan taman jihad di bumi nabi-nabi itu. Dan tulang belulangnya hanya akan menjadi sumbu yang akan menyalakan api perlawanan dalam jiwa anak-anak Palestina.

Syaikh Ahmad Yasin, lelaki tua dan lumpuh itu adalah keajaiban cinta. Ia hanya seorang guru mengaji. Tapi dialah sesungguhnya guru spiritual yang menyalakan api jihad di Palestina. Ia tahu, perjuangan Palestina telah dinodai para oportunis yang menjual bangsanya. Tapi ia tetap harus melawan. Lumpuhnya bukan halangan. Maka ia pun meniup nafas nafas cintanya pada bocah bocah Palestina yang ia ajari mengaji. Dari tadarus qur’an yang hening dan khusu’ itulah lahir generasi baru di bawah bendera Hamas. Palestina memang belum merdeka. Tapi ia telah merampungkan tugasnya: perang telah dimulai. Ketika akhirnya ia syahid juga, itu hanya jawaban Allah atas doa-doanya.

(more…)

 

Kepemilikan dalam Cinta

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 4:17 am

Jamaah sholat ashar sudah satu persatu pulang, sementara di luar gerimis hujan kecil – kecil. Aku agak malas untuk langsung pulang. Kubuka mushaf Al-Qur’an hadiah dari sahabatku. Aku bersyukur pada-Mu yaa Rabb yang telah memberiku teman yang baik, sholeh. Bukankah perhiasan terbaik dunia adalah sahabat yang sholeh, yang senantiasa mengajak kepada kebaikan, walau ada perhiasan lain yang juga tak kalah baiknya, istri sholehah….he..he…Subhanallah nikmatnya hidup dalam naungan ukhuwah islamiyah. Yaa Allah jangan kau cabut kenikmatan ini…

Kubaca surat Thaha, surat yang telah meluluhkan hati Umar bin Khatab…

(more…)

 

Orang-orang Romantis November 10, 2008

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 1:32 am

Qais sebenarnya tidak harus bunuh diri. Hidup tetap bisa dilanjutkan tanpa Layla. Tapi itulah masalahnya. Ia tidak sanggup. Ia menyerah. Hidup tidak lagi berarti baginya tanpa Layla. Ia memang tidak minum racun. Atau gantung diri. Atau memutus urat nadinya. Tapi ia membiarkan dirinya tenggelam dalam duka sampai napas berakhir. Tidak bunuh diri. Tapi jalannya seperti itu.

Orang-orang romantis selalu begitu : rapuh. Bukan karena romantisme mengharuskan mereka rapuh. Tapi di dalam jiwa mereka ada bias besar. Mereka punya jiwa yang halus. Tapi kehalusan itu berbaur dengan kelemahan. Dan itu bukan kombinasi yang bagus. Sebab batasnya jadi kabur. Kehalusan dan kelemahan jadi tampak sama. Qais lelaki yang halus. Sekaligus lemah.

(more…)

 

Bintang di Langit Hatiku, eh Langit Kamarku ding November 3, 2008

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 6:42 am

Dari dulu aku terbiasa mematikan lampu ketika tidur. Alasan pertama karena hal ini akan menghemat sangat banyak konsumsi listrik di Negara ini jika dilakukan oleh sebagian penduduknya. Menyalakan lampu ketika tidur adalah pemborosan, menghambur-hamburkan nikmat. Lampu menyala tapi tidak ada aktifitas produktif. Sebagai anak elektro aku tahu betul susahnya produksi listrik. Alasan kedua dilihat dari sisi kesehatan.

Menurut literature yang pernah kubaca, hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh menghasilkan Melantonin, salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari – sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormon melantonin terhenti. Biolog Joan Roberts menemukan rahasia ini setelah melakukan percobaan pada hewan. Ketika hewan diberi cahaya buatan pada malam hari, melantonin-nya menurun dan sistem kekebalan tubuhnya melemah. Rupanya, cahaya lampu – seperti juga TV – menyebabkan hormon menjadi sangat lelah (Gimana ni temen-temen yang di biologi atau kedokteran? Betul nda?). Oleh karena itu, selain menghemat energi, dengan mematikan lampu ketika tidur merupakan cara alami untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Trus, setahuku mata juga baru bisa benar-benar istirahat jika dalam keadaan gelap.

(more…)