Rumah Hikmah

Saling Berbagi Saling Melengkapi

Semua tentangnya adalah Cinta October 28, 2008

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 7:24 am

dia adalah cinta…

Sore tadi hujan turun sangat deras, diiringi petir dan suara menggelegar halilintar. Ditambah kencangnya angin yang bertiup, bahkan beberapa hari sebelumnya ia telah menumbangkan beberapa pohon serta merusak rumah rumah. Alhamdulillah barusan hujan mulai reda sehingga aku bisa datang ke masjid untuk menunaikan sholat isya berjamaah.

Ketika baru saja aku hendak melangkahkan kaki keluar pintu masjid, tiba-tiba lampu padam. Rupanya ada pemutusan aliran listrik, akhir-akhir ini memang agak sering terjadi pemutusan aliran listrik di daerah sini. Bahkan kemaren terjadi hampir selama 30 jam. Begitu keluar masjid kudengar suara tangis anak kecil yang mungkin usianya lima tahun. Setelah itu aku jadi tahu, rupanya ia sedang bermain di halaman rumahnya. Ketika aliran listrik terputus, semua lampu mati dan keadaan menjadi sangat gelap. Ia kaget dan mungkin jadi ketakutan. Ia memanggil manggil ibunya, “ummi…ummi….”, sambil sesenggukan menangis. Tanpa menunggu jarum jam menitan bergeser dari tempatnya, segera kulihat seorang wanita muda membuka pintu dan keluar dari rumahnya. “Hasan…hasan…dimana? Ini ummi…sayang…”

(more…)

 

Satu Kata ! October 20, 2008

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 8:52 am

Kalau ada yang membuat kita tak lelah

Untuk senantiasa melangkah

Ia adalah SEMANGAT menyala-nyala dan GERAK pantang menyerah

Kalau ada yang membimbing kita tak salah arah

Walau gelap dan kacau menjarah

Ia adalah VISI jelas dan mulia serta KEYAKINAN tajam menghunjam

Kalau ada yang membawa kita selalu menjadi lebih baik

Setiap saat dalam tangga kehidupan

Itu adalah karena kita PEMBELAJAR sejati

Kalau ada yang menghantar kita “nyaman” dan kuat dalam berjuang

Ia adalah KEBERSAMAAN

dan…

Kalau ada satu kata yang sanggup merangkum itu semua

Ia adalah CINTA…

 

Cinta dan Tangis October 15, 2008

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 10:03 pm

Malam itu disebuah stasiun, dibawah remang lampu yang kayaknya sudah musti diganti, karena pancaran cahayanya tidak lagi utuh terang. Kulihat seorang wanita setengah baya mengusap matanya yang basah, hmmm…menangis kelihatannya beliau. Lama aku perhatikan sampai aku tahu, rupanya ia akan sedang melepas kepergian putrinya yang melanjutkan studinya di sebuah universitas di kota pelajar. Mungkin anda yang membaca tulisan ini juga pernah mengalaminya, pergi ke kota untuk melanjutkan kuliah dan dilepas bunda dengan ketulusan doa dan nasehat serta tidak lupa juga…air mata. (jadi pengin nangis ya klo inget….). Dulu waktu aku sakit dan harus dirawat di rumah sakit, begitu mendengar berita ini, bundaku juga menangis….Yup, cinta yang membuatnya menangis

(more…)

 

Hari-Hari Penuh Duri

Filed under: Celoteh Jari — firdaus84 @ 12:32 am

Malam telah larut, 01.30 angka yang ditunjuk jam di dinding. Aku masih berkutat di depan computer, memandangi layar monitor yang penuh dengan bahasa pemograman assembly. Aku masih berfikir keras, di bagian mana yang salah sehingga belum juga bisa membuat mikrokontroller mampu mengendalikan Transceiver TRF 2.4G secara serentak bersamaan. Kalau di coba satu persatu sih sudah bisa, tapi kalau tiga modul bekerja secara bersamaan hasilnya masih error.

Ini sudah hari rabu, berarti waktuku tinggal 13 hari lagi, karena hari kamis dua pekan lagi adalah batas waktu pengumpulan naskah skripsi dan beberapa syarat administrasi yang lain. Kalau sampai terlambat berarti aku harus mundur empat bulan lagi. Wah, terlalu banyak resiko yang harus aku tanggung kalau aku harus mundur dan mundur lagi. Bahkan mungkin malah bisa mundur 1 semester atau 1 tahun lagi. Hiks…Jadi teringat dengan sebagian besar temen-temanku yang sudah lulus dan bekerja, bahkan beberapa diantaranya sudah menggenapkan separuh agamanya…dan menanti kelahiran jundinya. Aku tak boleh menyerah!

(more…)

 

Menjaga Kemurnian Cinta

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 12:23 am

Ogenki desuka? Itsumo kami sama no….artinya opo ya? He…he…sok tau nih.

Juli – Agustus 2004, saat aku manjalani hari bersama-sama temen KKN di sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kemalang – Klaten. Apa yang terbayang ketika anda mendengar nama tempat ini? Nda ada tuh, aku awalnya juga nda punya gambaran sama-sekali. Terletak di kaki Gunung Merapi, hawanya bukan saja sejuk tapi dingiiin. Kalau anda berani mandi sebelum jam 8 pagi, anda kami ajungi jempol. Walau terletak di kaki gunung namun derah ini kering, tidak ada sumber air yang bisa diandalkan. Terus dari mana airnya? Ya dari air hujan, jadi masing-masing rumah punya bak penampung yang besar. Rumah Pak Lurah yang kami tempati memiliki bak penampung yang kalau nda salah ukurannya nyampe 12 x 5 m, dengan kedalaman 5 meter (wow..bisa buat renang). Nah, kalau musim kemarau gimana? Kebetulan pas kami KKN bertepatan dengan musim kemarau. Kalau kemarau airnya beli dari daerah bawah. Satu tangki ukuran 5000 liter harganya waktu itu berkisar 40ribu – 60ribu, makin rumahnya ke atas makin mahal. Karena dingin dan sulit air jadinya kami jarang mandi…he..he.., sehari cukup satu kali. Jadi salah satu lagu yang kita hafal sejak TK disini tidak berlaku, bangun tidur kuterus mandi…….

(more…)

 

Ujian Cinta Ke-4 Imbalan dalam Cinta

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 12:22 am

ketika kita melempar bola ke atas, maka

kepala kita mendongak dan kita mulai

menghitung menunggu jatuhnya bola

kembali ke bumi. begitulah ikatan dunia,

kuatnya gaya gravitasi yg dimilikinya

begitulah sifat para pencinta yg

tercemar duniawi. selalu mengharap

“imbalah” atas kerja2 cinta dari orang2

yg dia putuskan untuk mencintainya. dan

ia kan kecewa jika yang ia dapatkan

tidak sesuai dg yg diinginkannya…

(more…)

 

Ujian Cinta ke-3 Saat-Saat Kehilangan October 13, 2008

Filed under: Serial Cinta — firdaus84 @ 4:14 pm

sebagian temen berkomentar aku orngnya
pendiem, agak kaku. mmg aq tdk bisa
langsung bisa akrab dg seseorang, butuh
waktu agak lama. tapi aq merasa jd org
perasa. sekali kalian cemberut
dihadapanku akan membuatku berfikir
semalaman, whats my false? pernah ada
temen yg nebak ketika aku kenalan pnya
dua kakak perempuan, komentnya “wah,
kemungkinan besar antum orangnya
sensitif-an”. kok bisa? katanya orang yg
besar dilingkungan yg dominan perempuan
cenderung begitu. apa iya ya? menurut antum?

tapi aq mo cerita, ada cerpen yg selalu
membuatku harus menyediakan tisue, coz
mesti tak terasa ada aliran hangat
menetes dari mata, menangis. tahu apa
itu? Ketika Mas Gagah Pergi, aku baca
cerpen ini dulu sejak terbit di An-nida,
kadang sampai sekarang aku suka baca
ulang. bagiku ini semacam muhasabah,
specially di bagian akhirnya….

(more…)